Jenis Fashion

Mengenal 3 area jenis fashion

Dalam dunia fashion, terdapat 3 area yang membedakan jenis fashion. Apa saja jenis fashion? Mari kita ulas pada tulisan dibawah ini.

Jenis Fashion

1. Jenis fashion haute couture

“A couture garment is made specially for an individual customer. The fit and look takes priority over the cost of materials ant time it takes to make.”

Dari pengertian diatas haute couture adalah jenis fashion khusus untuk pelanggan individu. Keselarasan dan tampilan diprioritaskan dibandingkan biaya bahan dan waktu pembuatannya. Pelanggan tidak mempunyai masalah dengan harga asal produknya fit dengan tubuhnya dan sesuai dengan seleranya.

Contoh brand haute couture yaitu: Louis Vuitton, Chanel, Dior, Guci, Givenchi, dan lain-lain.

*beberapa brand haute couture juga memiliki lini mass market (ready-to-wear).

2. Jenis fashion mass market

“Ready-to-wear clothes in large quantities and standard sizes are made in inexpensive materials. The design are imaginative and well represented in the High Street shops and stores.”

Jenis fashion mass market adalah pakaian siap pakai dibuat dalam jumlah yang banyak dan ukuran dibuat standar dengan biaya produksi yang terjangkau. Fashion ini dibuat untuk semua orang dan diharapkan cocok dengan selera setiap orang. Dibuat dalam jumlah banyak menjadikan fashion ini lebih terjangkau.

Contoh brand mass market yaitu: Zara, H&M, Uniqlo, ASOS, Fashion Nova, Mango, dan lain-lain.

Baca juga: Minimalist fashion

3. Jenis fashion designer labels

“These garments are not tailored to the individual customer but are produced in small quantities to guarantee exclusivity and tend to be expensive. They are labelled with the designer’s name and reflect a distingtive style, with care taken in the cut and the making up.”

Designer labels tidak diperuntukan untuk pelanggan individu, namun diproduksi dengan jumlah terbatas agar terjamin ekslusifitasnya dan cenderung mahal. Fashion ini diberi label dengan nama perancang dan mencerminkan gaya khas perancang. Jenis fashion ini tetap memperhatikan proses pembuatannya karena memrepresentasikan nama perancang.

Contoh brand designer labels yaitu: Estee Lauder, Jo Malone London,  Dolce&Gabbana, dan lain-lain.

Sumber:

  1. John Ireland, Patrick, (1992). Introduction to fashion design. London: BT Bashford.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *